Juni 2, 2016

logo_kab_barruKabupaten Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil yang masing – masing dipimpin oleh seorang Raja yaitu : Kerajaan Berru (Barru), Kerajaan Tanete,Kerajaan Soppeng Riaja dan Kerajaan Mallusetasi.

Dimasa pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Sipil Belanda dimana wilayah Kerajaan Berru,Tanete dan Soppeng Riaja dimasukkan dalam wilayah ONDER AFDELLING BARRU,yang bernaung dibawah AFDELLING PARE PARE sebagai kepala Pemerintahan Onder Afdelling diangkat seorang control Belanda yang berkedudukan di Barru, sedangkan ketiga bekas kerajaan tersebut diberi status sebagai Self Bestuur (Pemerintahan Kerajaan Sendiri) yang mempunyai hak otonom untuk menyelenggarakan Pemerintahan sehari-hari baik terhadap eksekutif maupun dibidang yudikatif.

Dari sejarahnya, sebelum menjadi daerah-daerah Swapraja pada permulaan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, keempat wilayah Swapraja ini merupakan 4 bekas Selfbestuur didalam Afdeling Pare-Pare masing-masing:

  1. Bekas Selbesteuur Mallusetasi yang daerahnya sekarang menjadi kecamatan MalluseTasi dengan Ibu Kota Palanro. Adalah penggabungan bekas-bekas Kerajaan Lili dibawah kekuasan Kerajaan Ajattapareng oleh Belanda sebagai Selfbestuur, ialah Kerajaan Lili Bojo dan Lili Nepo.
  2. Bekas selfbestuur Soppeng Riaja yang merupakan penggabungan 4 Kerajaan Lili dibawah bekas Kerajaan Soppeng (Sekarang Kabupaten Soppeng) Sebagai Satu Selfbestuur, ialah bekas Kerajaan Lili Siddo, Lili Kiru-Kiru, Lili Ajakkang, dan lili Balusu.
  3. Bekas Selfbestuur Barru yang sekarang menjadi Kecamatan Barru dengan lbu Kotanya Sumpang Binangae yang sejak semula memang merupakan suatu bekas kerajaan kecil yang berdiri sendiri.
  4. Bekas Selbestuur Tanete dengan pusat Pemerintahannya di Pancana daerahnya sekarang menjadi 3 Kecamatan masing-masing Kecamatan Tanete Rilau, Kecamatan Tanete Riaja, Kecamatan Pujananting.

Seiring dengan perjalanan waktu,maka pada tanggal 20 Pebruari 1960 merupakan tongkak sejarah yang menandai awal kelahiran Kabupaten Daerah TK.II Barru dengan Ibukota Barru berdasarkan Undang-Undang Nomor 229 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tk. II di Sulawesi Selatan. Kabupaten Barru terbagi dalam 7 Kecamatan dan 54 Desa/Kelurahan. Sebelum dibentuk sebagai suatu Daerah Otonom berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959 pada tahun 1961, Daerah ini terdiri dari 4 Wilayah Swapraja didalam kewedanaan Barru Kabupaten Pare-Pare lama, masing-masing Swapraja Barru Swapraja Tanete, Swapraja Soppeng Riaja dan bekas Swapraja Mallusetasi, Ibu Kota Kabupaten Barru sekarang bertempat di bekas ibu Kota Kewedanaan Barru. Kabupaten Barru yang dikenal dengan motto HIBRIDA ( Hijau,Bersih,Asri dan Indah) adalah salah satu Kabupaten yang terletak dipesisir Pantai Barat Propinsi Sulawesi Selatan dengan garis pantai sekitar 78 Km.Secara Geografis terletak diantara Koordinat 4’0.5’35” lintang selatan dan 199’35” – 119’49’16” Bujur Timur dengan luas wilayah 1.174,72 Km2 (117.472 Ha) dan berada kurang lebih 102 Km sebelah utara Kota Makassar Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 2,5 jam .Kabupaten Barru secara Administratif terbagi atas 7 kecamatan, 14 Kelurahan dan 40 Desa sebagaimana pada tabel dibawah yang mempunyai batas – batas wilayah : Sebelah Utara dengan Kota Pare-Pare dan Kabupaten Sidrap Sebelah Timur dengan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone Sebelah Selatan dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sebelah Barat dengan selat Makassar. Kabupaten Barru terletak pada jalan Trans Sulawesi dan merupakan daerah lintas Wisata yang terletak antara Kota Makassar dan Kota Pare-Pare menuju Kabupaten Tana Toraja sebagai daerah tujuan wisata dari Mancanegara. Kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0-1.700 meter diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan,berbukit hingga bergunung-gunung dan sebahagian lainnya merupakan daerah datar hinggi landai.  Di Kabupaten Barru terdapat seluas 71,79 % wilayah ( 84.340 Ha) dengan tipe iklim C yakni mempunyai bulan basah berturut-turut 5-6 bulan (Oktober – Maret) dan bulan Kering berturut-turut kurang dari 2 bulan (April – September). Total hujan selama setahun di Kabupaten Barru sebanyak 113 hari dengan jumlah curah hujan sebesar 5.252 mm.Curah hujan di kabupaten Barru berdasarkan hari hujan terbanyak pada bulan Desember – Januari dengan jumlah curah hujan 1.335 mm dan 1.138 mm sedangkan hari hujan masing-masing 2 hari dengan jumlah curah hujan masing- masing 104 mm dan 17 mm.

KECAMATAN DESA/KELURAHAN

KECAMATAN  TANETE RIAJA     Km2 Ha -1 -2 -3 -4 -5

1. MATTIROWALIE      26,42 2.642 02.

2. HARAPAN 53,10 5.31 03.

3. LOMPO RIAJA 20,89 2.089 04.

4. LIBURENG 20,24 2.024 05.

5. KADING 22,69 2.269 06.

6. LOMPO TENGAH 13,32 1.332 07.

7. LEMPANG 17,63 1.763

JUMLAH 174,29 17.429 2

KECAMATAN TANETE RILAU

01. LASITAE 7,70 770

02. PANCANA 9,20 920

03. LALABATA 12,00 1.2

04. CORAWALI 7,92 792

05. PAO – PAO 9,30 930

06. TELLUMPANUA 6,65 665

07. LALOLANG 2,05 205

08. TANETE 4,10 410

09. LIPUKASI 15,44 1.554

10. GARESSI 4,81 481

JUMLAH 79,17 7.917 3

KECAMATAN B A R R U  

01 SUMPANG BINANGAE 1,80 180

02. COPPO 26,83 2.683

03 TUWUNG 12,35 1.235

04. ANABANUA 20,00 2

05. PALAKKA 36,33 3.633

06. GALUNG 28,52 2.852

07. TOMPO 34,86 3.486

08. SEPEE 16,47 1.647

09. MANGEMPANG 13,80 1.38

10. SIAWUNG 8,36 836

JUMLAH 199,32 19.932

KECAMATAN SOPPENG RIAJA    

 01.AJAKKANG 23,00 2.3

02. PACCEKKE 24,55 2.455

03. KIRU-KIRU 7,02 702

04. MANGKOSO 2,63 263

05. LAWALLU 6,10 610

06. SIDDO 8,80 880

07. BATUPUTE 6,80 680

JUMLAH 78,90 7.89 5

KECAMATAN MALLUSETASI      

01. CILELLANG 13,85 1.385

02. MANUBA 36,88 3.688

03. NEPO 94,65 9.465

04.PALANRO 4,50 450

05.MALLAWA 7,50 750

06. KUPA 20,23 1.023

07. BOJO 20,37 2.037

08. BOJO BARU 18,60 1.86

JUMLAH 216,58 21.658

KECAMATAN PUJANANTING      

01. BULO- BULO 37,08 3.708

02. GATTARENG 49,60 4.96

03. PUJANANTING 77,88 7.788

04. JANGAN – JANGAN 40,75 4.075

05. PATAPPA 77,95 7.795

06. BACU – BACU 31,00 3

JUMLAH 314,26 31.426 7

KECAMATAN B A L U S U    

01. BINUANG 8,36 836

02. MADELLO 11,69 1.169

03. TAKKALASI 13,80 1.38

04. KAMIRI 47,35 4.735

05. BALUSU 22,75 2.275

06. LAMPOKO 8,25 825

JUMLAH 112,20 11.22

JUMLAH TOTAL 1.174,72 117.472